Lokakita Media
Media

9 Rumah Adat Papua yang Paling Terkenal, Sederhana namun Kaya Makna!

0 165

Sama seperti suku lainnya, rumah adat Papua juga dibangun dengan berbagai pertimbangan di antaranya kelestarian alam, nilai-nilai leluhur, serta adat-istiadat.

Menurut data statistik, setidaknya ada 255 suku bangsa yang mendiami wilayah Papua. Mereka menyebar ke sejumlah daerah serta memiliki ciri khasnya tersendiri.

Tidak cuma bahasa, identitas suku di Papua juga dapat kita identifikasi melalui rumah adatnya. Penasaran? Simak ulasan dari Lokakita.com berikut ini.

Inilah 9 Jenis Rumah Adat Papua

Setiap rumah adat memiliki keunikannya masing-masing. Bahkan dibanding hunian tradisional di Pulau Jawa, rumah-rumah adat di Papua ahli nilai cukup berbeda.

Mulai dari rumah “beratap” jamur hingga hunian yang memiliki banyak “kaki,” berikut beberapa rumah adat Papua yang patut kalian ketahui!

1. Rumah Honai

rumah adat honai
hullalla.com

Honai atau onai’ yang berarti rumah, biasanya dihuni oleh golongan laki-laki dewasa. Hunian ini terkenal akan atapnya yang membundar serta tampak seperti jamur.

Selain bagian atap, keunikan honai terletak pada material bangunan yang digunakan.

Rumah ini dilengkapi dengan satu pintu, namun tanpa jendela. Atapnya terbuat dari jerami, sedangkan dindingnya dibangun menggunakan jenis kayu lokal.

Walau tampak kecil, interior rumah honai nyatanya terbagi atas dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk beraktivitas, sedangkan lantai dua berguna sebagai kamar.

2. Rumah Ebei

trek-papua.com

Jika honai difungsikan sebagai tempat berkumpul para lelaki, rumah ebei dibangun untuk para mama, anak-anak gadis, serta anak laki-laki yang belum dewasa.

Ebei atau dikenal juga sebagai huma, memiliki bentuk yang mirip dengan honai. Meski begitu, ukuran rumah adat ini biasanya dibuat lebih pendek dan kecil.

Fungsi rumah ebei sendiri sejatinya cukup vital. Di sana para mama membuat kerajinan tangan, lalu mengajarkan anak-anaknya tentang berbagai macam hal.

3. Rumah Kaki Seribu

rumah kaki seribu
denahrumah.loan

Rumah adat Papua selanjutnya adalah kaki seribu. Penamaannya sendiri merujuk pada kayu-kayu penyangga yang terdapat pada bagian bawah bangunan.

Rumah kaki seribu umumnya dihuni oleh masyarakat Suku Hatam, Moille, Meyakh dan Sough, tempatnya di sekitar Pegunungan Arfak, Provinsi Papua Barat.

Model rumah panggung sendiri sebenarnya cukup ideal bagi masyarakat sekitar.

Karena lingkungannya yang masih alami, hunian semacam ini efektif untuk menangkal masuknya hewan liar ke dalam rumah.

4. Rumah Pohon

rumah pohon korowai
15min.lt

Bukan cuma rumah kaki seribu, rumah adat Suku Korowai juga memiliki model rumah panggung. Bedanya, hunian ini dibuat dengan tiang penyangga yang sangat panjang.

Enggak main-main lho, Rangers, ketinggian rumah pohon Suku Korowai bisa mencapai 15-30 meter dari permukaan tanah.

Menurut kepercayaan setempat, makin tiang penyangga dibuat maka makin besar kesempatan penghuni rumah terhindar dari gangguan roh jahat.

Selain itu, rumah pohon ini dinilai efektif untuk menghindari serangan binatang buas.

5. Rumah Kariwari

rumah kariwari

Rumah kariwari adalah hunian tradisional suku Tobati-Enggros, yang umumnya mendiami wilayah sekitar Danau Sentani, Jayapura.

Berbeda dengan rumah honai khas Suku Dani, rumah kariwari dibangun dengan model atap kerucut hingga setinggi 20 meter.

Di dalam rumah tersebut tersedia tiga lantai bangunan, yang pertama digunakan untuk belajar, sedangkan lantai dua berfungsi sebagai tempat pertemuan para kepala suku.

Area lantai tiga biasanya dipakai untuk istirahat, meditasi, atau berdoa. Di sinilah para remaja putra diajarkan berbagai macam hal oleh orang tuanya.

6. Rumah Rumsram

rumah rumsram
denahrumah.loan

Suku Biak Numfor adalah pemilik rumah adat Papua, rumsram. Hunian tradisional ini bisa kita temukan di sekitar pantai utara, persis wilayah konsentrasi suku tersebut.

Mirip seperti rumah adat kariwari, rumsram dibangun sebagai tempat untuk anak laki-laki belajar. Bentuk bangunannya persegi, namun dengan atap seperti perahu terbalik.

Desain atap ini ternyata berkaitan dengan profesi kebanyakan masyarakat suku Biak Numfor, yakni nelayan atau pelaut.

7. Rumah Jew

rumah jew
seqirus.com

Suku Asmat menempati wilayah Lembang Baliem dan pesisir laut. Mereka tinggal di dalam rumah adat jew, yang dibangun menggunakan anyaman daun nipah dan sagu.

Rumah jew sendiri dibangun dengan model hunian panggung di atas permukaan air.

Dinding bangunannya terbuat dari kulit kayu atau papan, lalu diikat menggunakan tali rotan atau akar pohon sebagai penguat kerangka.

8. Rumah Wamai

rumah wamai
kumparan.com

Jangan salah, wamai tidak difungsikan sebagai tempat tinggal manusia, namun berguna sebagai kandang ternak seperti ayam, babi, dan hewan lainnya.

Rumah wamai terletak tidak jauh dari honai dan ebei. Tampilannya sendiri cukup fleksibel, bisa berupa persegi panjang, kotak atau bulat, tergantung jumlah ternak.

Meski begitu, atap rumah wamai juga dibangun dengan bentuk mengerucut. Ini dimaksudkan agar tetesan air hujan tidak membasahi bagian dinding rumah.

9. Rumah Hunila

rumah hunila
pinhome.id

Rumah adat Papua yang terakhir adalah hunila. Sama seperti wamai, bangunan yang satu ini tidak diperuntukkan sebagai tempat tinggal, melainkan dapur umum.

Ukuran rumah hunila juga lebih luas daripada honai dan ebei. Para mama memasak di tempat ini, lalu menyajikan hidangan tersebut untuk seluruh anggota keluarga.

Nah Rangers, ternyata banyak juga ya, jenis-jenis rumah adat di Papua.

Mau lihat gambar rumah adat dari berbagai suku di Indonesia? Temukan artikel menariknya di Lokakita.com, ya.

Semoga bermanfaat!

Reaksimu Tentang Artikel Ini
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on"9 Rumah Adat Papua yang Paling Terkenal, Sederh..." A few seconds ago