Lokakita Media
Media

Mengapa Mutasi Virus Corona Terus Terjadi? Begini Penjelasan Ahli!

0 65

Sejak awal kemunculannya di tahun 2019, sejumlah mutasi virus Corona terus ahli temukan. Yang terbaru adalah Omicron, varian Covid-19 yang berasal dari Afrika.

Omicron atau B.1.1.529 ahli ketahui mempunyai tingkat penularan yang paling tinggi serta paling cepat dibandingkan jenis Covid-19 lainnya.

Menurut Ulrich Elling, pimpinan peneliti di Wina, Austria, Omicron bahkan memiliki tingkat penularan 500% lebih pesat dari varian Delta.

Karena itu, jangan heran jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengelompokkan varian baru ini ke dalam kategori kewaspadaan tertinggi atau variant of concern (VOC).

Namun, mengapa SARS-CoV-2 terus bermutasi? Apakah ada cara yang bisa kita lakukan untuk menghentikannya? Agar tidak penasaran, simak ulasan di bawah ini.

Faktor Pemicu Mutasi Virus Corona

penyebab mutasi virus corona

Robert Bollinger, Profesor Penyakit Menular Raj dan Kamla Gupta dari John Hopkins University, mengatakan mutasi bisa terjadi akibat adanya perubahan pada gen virus.

“Pemisahan geografis cenderung menghasilkan varian yang berbeda secara genetik,” begitu jelasnya, seperti dikutip Kompas.com.

Namun, ia mengaku tidak kaget dengan kemunculan berbagai mutasi virus Corona. Sebab, menurutnya hal-hal semacam ini kerap terjadi dalam dunia medis.

Menurut laporan CNBC, makin banyak orang yang terinfeksi Covid-19, maka makin besar pula peluang bermunculannya jenis-jenis mutasi baru.

Hal itu senada dengan penuturan Direktur Jenderal WHO, Diah Saminarsih.

Dilansir BBC Indonesia, Diah mengungkapkan bahwa rendahnya tingkat vaksinasi di suatu wilayah berpengaruh terhadap kemampuan virus dalam memutasi diri.

“Negara di Afrika, cakupan vaksinnya barangkali 4-6%. Sangat rendah. Kenapa bisa rendah? Karena dia tidak kebagian akses kepada vaksin,” ungkap Diah.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi di Indonesia masih berkisar 44,97%. Capaian ini dianggap masih jauh dari kondisi aman, untuk mencegah masuknya varian Omicron.

Apakah Mutasi Ini Akan Terus Ada?

vaksin corona

Pada dasarnya, mutasi adalah cara bagi virus untuk bertahan hidup. Karena itu proses ini akan berlangsung “selamanya,” walaupun dengan dampak yang berbeda.

Menurut Prof Kadek Mahardika, Ahli Virologi dari Universitas Udayana Bali, mutasi virus biasanya mampu menciptakan varian yang lebih ganas ataupun kurang ganas.

Apabila ditemukan bahwa mutasi virus Corona menjadi kurang ganas, maka hal tersebut bisa jadi penanda berakhirnya pandemi Covid-19.

“Perlu diingat, 100 tahun yang lalu pandemi Spanyol berakhir karena mutasi virus. Jadi virusnya menjadi musiman. Jika benar, ini tanda akhir pandemi,” tegasnya.

Nah Rangers, agar pandemi lekas berakhir, yuk segera lakukan vaksinasi!

Setelah itu, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, serta mencuci tangan dengan sabun, ya.

Nantikan berbagai artikel menarik lainnya dari Lokakita.com.

Semoga bermanfaat!

Reaksimu Tentang Artikel Ini
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
You have reacted on"Mengapa Mutasi Virus Corona Terus Terjadi? Begi..." A few seconds ago